Omicron XBB: Covid Varian Baru yang Mengkhawatirkan

Covid varian baru

Pandemi Covid 19 seperti sudah berakhir, tapi sebenarnya tidak. Belakangan ini justru muncul Covid varian baru yang merupakan sub varian dari Omicon. Nama yang diberikan untuk varian ini adalah Omicron XBB.

Bagaimana perkembangan varian Covid 19 yang baru ini di Indonesia? Mari simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Itu Covid Varian Baru Omicron XBB?

Apa Itu Covid Varian Baru Omicron XBB

Beberapa bulan belakangan ini, kasus Covid 19 sudah mulai menurun trennya di Indonesia dan seluruh dunia. Varian Omicron BA.4 dan BA.5 sebelumnya sempat mendomuniasi. Namun ada temuan varian subvarian baru dari Omicron, yaitu XBB.

Subvarian ini merupakan hasil persilangan dari subvarian yang sudah ada sebelumnya, yaitu BA.2.10 dan BA.2.75. Sebelumnya, subvarian Covid BA.2.75 dinilai lebih menginfeksi dan berisiko tinggi. Digadang-gadang virus ini bisa menyebabkan krisis kesehatan global seperti varian Covid Delta.

Varian ini disinyalir bisa menyebar dengan lebih mudah dan cepat dibandingkan berbagai subvarian lainnya. Bahkan penyebarannya justru terjadi di negara-negara yang tingkat vasinasinya tinggi seperti Singapura.

Perlu diketahui bahwa XBB sebenarnya bukan nama resmi. Nama ini diberikan oleh para peneliti. Sedangkan WHO sampai saat ini masih belum memberikan nama resmi.

Mampu Menghindari Antibodi dan Sangat Menular

Mampu Menghindari Antibodi dan Sangat Menular

Tubuh manusia memiliki antibodi yang bertugas untuk melindungi dari berbagai virus yang masuk dari luar. Satu hal yang mengejutkan dari Covid varian XBB adalah mampu melewati perlindungan antibodi tersebut.

Bahkan kemampuannya melewati Antibodi jauh lebih besar dibandingkan Omicron BA.5 yang sempat menyebar luas pada pertengahan 2022 lalu. Penelitian di Cina memberikan hasil mengejutkan. Orang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid sebanyak 3 kali masih bisa terinfeksi oleh Covid XBB ini.

Gejala Covid Omicron XBB

Gejala Covid Omicron XBB

Gejala Covid Omicron XBB sebenarnya cukup ringan, berikut ini adalah beberapa di antaranya.

  • Demam tingkat rendah
  • Badan terasa dingin
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan
  • Batuk
  • Napas menjadi lebih sesak
  • Badan terasa pegal, terutama di bagian persendian
  • Nyeri otot
  • Kepekaan indra perasa menurun
  • Hidung tersumbat
  • Mual hingga muntah
  • Diare
  • Mudah lelah

Dari gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya XBB ini punya gejala yang mirip atau hampir sama dengan subvarian Omicron lainnya. Meski tergolong ringan, gejala Covid 19 Omicron XBB ini tidak bisa dianggap remeh.

Pasalnya, subvarian dari virus corona ini bisa menimbulkan gejala yang jauh lebih parah. Khususnya bagi penderita penyakit bawaan seperti diabetes. Apalagi Omicron XBB jauh lebih mudah dan cepat menyebar dibandingkan dengan seluruh varian Covid 19 lainnya.

Covid Omicron XBB di Berbagai Negara

Covid Omicron XBB di Berbagai Negara

Seperti saat awal masa pandemi, awal mula penyebaran virus Covid 19 selalu dimulai dari luar negeri. Kemudian masuk ke Indonesia dan menyebar di negeri ini. Lalu, bagaimanakah penyebaran Covid Omicron XBB di luar negeri?

Singapura

Singapura merupakan negara paling dekat dengan Indonesia yang mengalami lonjakan kasus Covid subvarian XBB. Penyebarannya sangat masif, bahkan kasus Covid di negara tersebut bisa mencapai 15 ribu orang dalam satu hari.

Lonjakan angka penderita Covid varian XBB di Singapura terjadi setelah gelaran balapan mobil, Formula 1 atau F1. Meski angka penderita Covid di Singapura melonjak sangat pesat, tetapi gejala yang dialami oleh penderita terbilang ringan.

Meningkatnya kasus Covid 19 di Singapura ini patut diwaspadai oleh Indonesia. Terlebih ada wilayah yang berbatasan sangat dekat dengan Indonesia, misalnya pulau Batam, Kepulauan Riau.

Terlebih belakangan ini terjadi peningkatan angka Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) asing di wilayah tersebut. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Achmad Fachrany mengatakan bahwa PPLN yang masuk Batam dari Singapura cukup tinggi.

Jumlah rata-rata kunjungan per minggu dari Singapura ke Batam adalah antara 20.000 hingga 30.000 orang. Untuk menekan risiko penyebaran Covid varian XBB, pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap karantina kesehatan.

India

India menjadi negara tempat Covid subvarian XBB pertama kali terdeteksi pada Agustus 2022 lalu. Bisa dikatakan bahwa subarian tersebut berasal dari negara India.

Sama seperti di Singapura, Covid XBB juga menyebar dengan cepat di negara ini. Meski begitu, gejala yang dialami oleh penderitanya masih tergolong ringan. Imunitas yang terbentuk oleh vaksin yang dilakukan di negara tersebut masih mampu menanggulangi serangan virus XBB.

Meskipun Virus Covid XBB di India sudah terdeteksi sejak Agustus lalu, puncaknya diprediksi akan terjadi pada pertengahan November mendatang. Oleh karena itu, masyarakat dan otoritas pemerintah India diminta untuk waspada.

Inggris

Negara ketiga yang sudah diserang Covid XBB secara masif adalah Inggris atau UK. Dikutip dari Indiatoday, ada 700 kasus Covid yang terdeteksi di Inggris baru-baru ini. Covid tersebut terdiri dari berbagai varian berbeda, mulai dari XBB hingga BQ.1 yang sudah lebih dulu ada.

Otoritas kesehatan di Inggris memperingatkan masyarakat bahwa BQ.1 dan XBB sama-sama lebih mudah menyebar dan kebal terhadap imun. Bahkan mereka menyebutkan bahwa mungkin saja kedua varian ini lebih kuat dan tidak terpengaruh oleh vaksin yang sudah diberikan sebelumnya.

Masih dari Indiatoday, varian XBB dan BQ.1 diprediksi akan terus menyebar di daratan Eropa dan Amerika utara hingga akhir November mendatang. Selain 3 negara yang sudah dijelaskan, penyebaran virus Covid XBB juga mulai meluas di beberapa negara berikut ini.

  • Kanada
  • Spanyol
  • Cina
  • Thailand
  • Filipina
  • Selandia Baru
  • Jepang
  • Vietnam
  • Korea Selatan
  • Jerman
  • Amerika Serikat
  • Australia

Covid Varian Baru Sudah Masuk Indonesia

Covid Varian Baru Sudah Masuk Indonesia

Selain di negara yang sudah disebutkan di atas, ternyata Covid varian XBB sudah masuk ke Indonesia. Namun kasusnya masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan India, Singapura, dan Inggris.

Dikutip dari Kompas.com, ada 4 kasus Covid varian XBB yang terdeteksi di Indonesia. Kabar gembiranya adalah keempat pasien yang terdeteksi tersebut sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh.

Reisa Brotoasmoro selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid mengatakan bahwa kasus Covid akan mengalami lonjakan setelah penemuan varian baru. Meski begitu, pihaknya berharap hal ini tidak terjadi lagi.

Kalaupun akan terjadi lonjakan kasus, dirinya berharap bahwa situasi dan kondisinya akan terkendali. Seperti yang sudah diketahui bersama, sub varian Omicron bukan hanya XBB. Sebelumnya juga sudah pernah ada subvarian lain dan situasinya cukup terkendali di Indonesia.

Kebijakan Pemerintah Indonesia

Kebijakan Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid 19 Omicron sub varian XBB. Saat ini, pemerintah Indonesia masih terus memantau kondisi global, khususnya tentang perkembangan subvarian XBB.

Pengawasan terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) juga semakin ditingkatkan. Tidak hanya itu, pengawasan terhadap alat angkut serta barang-barang di “pintu masuk” bandara dan pelabuhan juga diperketat. Terutama yang berasal dari negara terjangkit XBB.

Selalu jaga diri dan orang-orang terdekat dengan memakai masker setiap keluar rumah atau berada di kerumunan. Jangan lupa untuk selalu menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari penyebaran Covid varian baru XBB.